Tiket Masuk Goa Kreo Semarang

Tiket Masuk Goa Kreo Semarang, Legenda Sangi dari Kalimantan

Posted on

Di Kota Semarang rupanya ada wisata goa yang sedang hits sekarang ini yakni Goa Kreo Semarang. Sebagai sisi negeri kita tersayang, Indonesia. Negara ini mempunyai daerah berwujud rangkaian kepulauan dan mempunyai banyak beberapa cerita riwayat di luar cerita perjuangan beberapa pahlawan.

Baik narasi yang berbentuk dogma, atau sebuah cerita legenda yang mempunyai jalinan dengan bangunan, teritori atau wilayah masing – masing itu.

Beragam macam cerita seperti, Legenda Sangi dari Kalimantan, Bali dengan Kebo Iwa, Malin Kundang dari Sumatera, Putri Tandampalik dari Sulawesi, Tanjung MarthaFons dari Maluku, atau Telaga Wekaburi dari Papua. Di Pulau Jawa sendiri, tentu saja banyak narasi yang sangat menarik untuk dibaca. Beberapa salah satunya seperti cerita Tangkuban Perahu di Jawa Barat, Goa Kreo di Jawa tengah, sampai Joko Budeg di Jawa Timur.

Tiket Masuk Goa Kreo Semarang

Okey pada kesempatan kali ini, dosen rekreasi akan mengulas berkenaan Goa Kreo yang berada di Jawa tengah yang dekat dengan dogma kera penjaganya. Kamu penasaran seperti apa? cekidot!

Goa Kreo Semarang

Lokasi: Jalan Raya Goa Kreo, Gunungpati, Kandri, Kota Semarang, Jawa tengah Code Pos 50222

Google Maps: Click link ini

Harga Ticket Masuk: Rp 4.000 per Orang

Jam Operasional/Membuka: Jam 05.00 sampai jam 18.00 WIB

No Telephone: 0852-9179-4931

Sejarah Goa Kreo

Membahas sejarah mengenai asal mula dari Goa Kreo Semarang, tentu saja tidak dapat dipisah dari cerita Jatingaleh yang disebut pohon yang bisa beralih – berpindah. Dan Sunan Kalijaga yang kabarnya bisa berbicara dengan hewan atau tumbuhan. Diceritakan pada jaman itu, Sunan Kalijaga akan membuat Saka Guru di Mushola Agung Demak berbahan Kayu Jati.

Namun saat si Sunan Kalijaga sudah datang di lereng Bukit Gombel tempat ambil kayu jatinya, saat akan menggunting pohon itu rupanya pohon jati itu secara datang – datang beralih atau lenyap sendirinya dari tempatnya.

Menyaksikan kayu itu tidak berada di tempat, karena itu Sunan Kalijaga juga memilih untuk cari ke mana kayu itu beralih. Di tengah-tengah penelusuran, Sunan Kalijaga datang dalam suatu desa yang terletak ada di tengah rimba. Tidak sejauh mana, Sunan Kalijaga sukses mendapati kembali pohon jati itu, tetapi dia dicegat oleh sebagian orang yang tidak santun atau asal-asalan.

Sesudah bertanding, pada akhirnya Sunan Kalijaga memerintah orang itu pergi. Dan Sunan Kalijaga juga kembali meneruskan perjalanannya sesudah memberikan nama tempat itu Jati Barang.

Pada akhirnya Sunan Kalijaga sukses mendapati kembali Kayu Jati yang diharapkan, supaya tidak kembali lenyap saat sebelum dipotong dia melilitkan di tangkai kayu Jatinya dengan selendang. Sesudah sukses ditebang, sisa potongan kayunya itu lama-lama makin jadi membesar dan pada akhirannya dinamakan dengan Jati Ombo oleh Sunan Kalijaga.

Kayu Jati yang besar besar itu juga pada akhirnya dihanyutkan dalam suatu sungai besar supaya lebih gampang dibawa ke Demak. Tetapi, sayang di tengah-tengah perjalanan kayu itu terbelit antara bebatuan tebing dan susah dijangkau.

Goa Kreo Menjadi Tempat Semedi Sunan Kalijaga

Dari situlah Sunan Kalijaga memilih untuk istirahat dan bersemadi di goa. Dengan arah untuk cari langkah bagaimana kayu itu bisa sampai di Demak. Hingga, Goa Kreo berikut yang dipercayai jadi tempat di mana Sunan Kalijaga bersemadi. Selanjutnya, Sunan Kalijaga juga melahap sate kambing dan tersisa tusukan sate itu di buang ke tanah yang memunculkan suara gemerincing.

Perihal ini pula yang selanjutnya jadi pemberian nama untuk bambu kerincing, yang lebih antiknya kembali yakni wewangian yang dibuat dari bambu ini saat diputus akan tercium sekali berbau dari daging kambing.

Selang beberapa saat, Sunan juga dikejutkan dengan kehadiran kera dalam jumlah 4 ekor. Kabarnya kera yang tiba mendekati Sunan Kalijaga mempunyai warna bulu-bulu yang warna – warni yaitu merah, kuning, hitam dan putih.

Sesudah sampaikan tujuan kehadiran mereka ke Sunan Kalijaga, pada akhirnya si Sunan menyepakati penawaran kontribusi dari ke-4 kera itu.

Warna – warna kera ini juga konon mempunyai makna tertentu seperti merah yang menyimbolkan api yang memiliki arti jiwa yang dipenuhi oleh keberanian. Selanjutnya warna kuning sebagai simbol angin yang maknanya sebagai pertanda dari kesempurnaan.

Sementara warna putih tersebut jadi simbol untuk air, sebagai pertanda untuk kesucian. Sementara warna hitam sebagai wakil simbol untuk tanah yang maknanya sebagai pertanda untuk jiwa yang sarat dengan kesadaran.

Goa Kreo Sebagai Wujud Balas Jasa

Sesudah proses ambil kayu jati itu usai, Sunan Kalijaga memotong Jati itu ke dua sisi. Untuk mempermudah perjalanan, satu sisi masih tetap dihanyutkan sampai capai ke Demak dan sisi ke-2 dibawa sendiri oleh Sunan Kalijaga.

Tetapi pada waktu itu, empat kera barusan minta untuk dibolehkan ikuti Sunan Kalijaga. Sehubungan mereka berempat bukan lah manusia, karena itu Sunan Kalijaga juga berasa berkeberatan.

Pada akhirnya Sunan Kalijaga memilih untuk memberikan empat kera itu tempat rimba yang berada di sekitaran Goa Kreo Semarang sebagai wujud balas jasa, dengan dikasih kuasa untuk memiara atau jaga yang dalam Bahasa Jawanya yaitu ngreho.

Selainnya dipercaya sebagai cikal akan dari pemberian nama goa itu, kera – kera yang sampai sekarang masih hidup dan berkeliaran di teritori Goa Kreo dipercayai sebagai beberapa turunan dari 4 kera yang hidup pada periode Sunan Kalijaga. Di dekat Goa Kreo Semarang ini diketemukan sebuah monument batu yang dipercayai dibikin oleh empat kera itu.

Lokasi Goa Kreo Semarang

Goa Kreo, kawasan yang sampai sekarang ini menjadi satu diantara wisata rekreasi yang hits di Kandri yang masih juga dalam teritori Kota Semarang ini. Berada di Jalan Raya Goa Kreo, Kecamatan Gunungpati, 13 km dari pusat Kota Semarang. Dekat dengan tempat wisata lain, seperti Tugu Muda, Lawang Sewu, Stasiun Tawang, Jalan Pahlawan, Klenteng Sam Po Kong, Simpang Lima Semarang dan Mushola Agung Jawa tengah.

Denah lokasi Goa Kreo sendiri mempunyai kekhasan bila dibanding dengan goa yang lain, umumnya goa ada di tengah rimba atau di kaki pegunungan. Tetapi, berlainan dengan Goa Kreo yang ada di tengah sebuah waduk atau bendungan.

Keindahan Goa Kreo Semarang

Goa Kreo Semarang yang ada di tengah waduk ini menjadikan mempunyai keelokan tertentu yang lain dengan goa – goa yang lain.

Pemandangan pepohonan dan bukit-bukit sekitaran yang demikian hijau dan sejuk di mata. Ditambah dengan birunya langit dan perairan waduk, jadikan tempat ini mempunyai daya magnet tertentu untuk beberapa wisatawan yang akan berekreasi kesini.

Disamping itu anda akan mendapati jalur dengan anak tangga yang bisa disebutkan lumayan banyak dan terjal, dan jembatan yang ada di tepian yang mempermudah jalan anda ke arah Goa yang ini.

Bukan hanya panorama Goa dan Waduknya, pada bagian utara dari Goa Kreo kamu akan mendapati sebuah air terjun yang tidak pernah jadi kering walau sedang alami kemarau panjang.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Goa Kreo

Untuk kamu yang ingin berkunjung tempat ini tetapi takut kuras kantong, santuuyy gan and sis! Kamu tak perlu bertaruh terlalu berlebih bila ingin bertandang ke tempat eksotik di Semarang yang ini.

Tiket Masuk Goa Kreo

Cukup mengeluarkan biaya sebesar empat beberapa ribu (Rp 4.000) saja perorangan untuk harga ticket masuk terkini. Kamu ingin tahu dengan jam operasional membuka dan tutup dari Goa Kreo ini? Untuk bertandang ke arah tempat ini sendiri, waktunya cukup fleksibel.

Kamu mulai bisa bertandang ke Goa Kreo Semarang dimulai dari jam membuka yakni pada jam 5 pagi. Dan tutupnya pada jam 6 sore WIB, hingga kamu tak perlu keburu – buru dan takut keburu tutup untuk tiba kesini.

Fasilitas dan Festival di Goa Kreo

Selain memiliki pemandangan yang indah dan air yang beri kesegaran. Kamu bisa juga nikmati beberapa sarana yang ada untuk lengkapi berlibur kamu pada tempat yang ini. Di Goa Kreo Semarang ini, selainnya bisa menambahkan wacana dan nikmati panorama dalam Goa, kamu dapat menaiki speed boat untuk berkeliling-keliling di Waduk Jatibarang.

Selainnya speedboat, di Goa Kreo ini kamu bisa juga berpose dengan penampilan yang instagramable yaitu pada sarana negeri di atas awan. Di sarana yang ini kamu dapat berpose seperti ada di atas sebuah awan yang dibuat dari busa warna putih dan dengan bahan lembut dengan background panorama yaitu Waduk Jatibarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.